AGAMA DAN MASYARAKAT
AGAMA DAN MASYARAKAT
Berkaitanya agama dengan masyarakat banyak orang membuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, ten tang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi,dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf.untuk membuktikanya bahwa agama merupakan temp at mencari makna hidup yang final dan ultimatem, agama yang diyakininya merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya, dan kembali kepada konsep hubungan agama dengan masyarakat, di mana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial, dan individu dengan masyarakat seharusnyalah tidak bersifat antagonis.
Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yang normatif atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan, Kebutuhan dan pandangan kelompok terhadap prinsip keagamaan berbeda-beda, kadang kala kepentingannya dapat tercermin atau tidak sarna sekali.Karena itu kebhinekaan kelompok dalam masyarakat akan mencerminkan perbedaan jenis kebutuhan keagamaan.Dan Dalam proses sosial,hubungan nilai dan tujuan masyarakat relative harus stabil dalam setiap momen. Bila terjadi perubahan dan pergantingan bentuk social serta kultural,hancurnya bentuk sosial dan kultural lama,masyarakat dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial. .
FUNGSI AGAMA
Adalah untuk mendiskusikan fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang selalu dipelajari,yaitu kebudayaan, sistem social dan kepribadian, Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia,sehingga timbul pertanyaan, sejauh mana fungsi lembaga agama dalam memelihara sistem, apakah lembaga agama terhadap kebudayaan sebagai suatu sistem, dan sejauh manakah agama dalam mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Sebaga kerangka acuan penelitian ernpiris,teori fungsional memandang masyarakat sebagai suatu lembaga sosial yang seimbang, Teori fungsional dapat melihat kebudayaan itu berwujud suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai,norma-norma,peraturan,dansistem sosial yang terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi,berhubungan,serta bergaul satu dengan lain, setiap saat mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan, bersifat kongkret terjadi di sekeliling.kita, Manusia yang berbudaya menganut berbagai nilai, gagasan,dan orientasi yang terpola mempengaruhi perilaku,bertindak dalam konteks terlembaga dalam lembaga situasi,di mana peranan dipaksakan oleh sanksi positif dan negatif, menolakan penampilannya,tetapi yang bertindak, berpikir dan merasa adalah individu.
Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu, pada saat dia tumbuh menjadi dewasa, memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan)aktivitasnya dalam masyarakat,dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya.Orang tua di mana pun tidak mengabaikan upaya "rnoralisasi"anak-anaknyak,seperti pendidikan agama mengajarkan bahwa hidup adalah untuk memperoleh keselamatan sebagai tujuan utamanya
Masyarakat-masyarakat tndustri Sekular
Masyarakat industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan,sebagian besar penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang penting adalah penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang paling penting adalah penyesuaian-penyesuaian dalam hubungan-hubungan kemanusiaan sendiri.
Pada Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi penting bagi agama.Salah satu akibatnya adalah anggota masyarakat semakin terbiasa menggunakan metode empiris berdasarkan penalaran dan efisiensi dalam menanggapi masalah kemanusiaan,sehingga lingkungan yang bersifat sekular semakin meluas, sering kali dengan pengorbanan lingkungan yang sakral.
Pada umumnya kecenderungan sekularisasi mempersempit ruang gerak kepercayaan-kepercayaan dan pengalaman-pengalaman keagamaan yang terbatas pada aspek yang lebih kecil dan bersifat khusus dalam kehidupan masyarakat dan anggota-anggotanya.
PELEMBAGAAN AGAMA
Agama begitu universal,permanen (langgeng), dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila tidak memahami agama,akan sukar memahami masyarakat.Hal yang perlu dijawab dalam memahami lembaga agama adalah, apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi dan struktur agama, Dimensi keyakinan, praktek, pengalaman,dan pengetahuan dapat diterima sebagai dalil atau dasar analitis, namun hubungan-hubungan antara keempatnya tidak dapat diungkapkan tanpa data empiris.
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak menggambarkan sebenarnya secara utuh
Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-nilai Sakral
Masyarakat tipe ini kecil, terisolasi, dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang sarna. Oleh karenanya keanggotaan mereka dalam masyarakat dan dalam kelompok keagamaan adalah saran
Masyarakat-masyarakat Praindustri yang Sedang Berkembang.
Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi,ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe pertama.Agama memberikan arti dan ikatan kepada sistem nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi pada saat yang sarna lingkungan yang sakral dan yang sekular itu sedikit banyaknya masih dapat dibedakan Fase-fase kehidupan sosial diisi dengan upacara-upacara tertentu
Di lain pihak, agama tidak memberikan dukungan sempurna terhadap aktivitas sehari-hari: agama hanya memberikan dukungan terhadap adat-istiadat, dan terkadang merupakan suatu sistem tingkah laku tandingan terhadap sistem yang telah disahkan. Nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat menempatkan fokus utamanya pada pengintegrasian kaitan agama dengan masyarakat.Tugas ini tidak mudah sebab agama lebih tahan terhadap kajian ilmiah dibandingkan dengan adat dan kebiasaan.Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu pandangan yang emosional dan fikiran yang bias (rational bias). Kebiasaan pandangan emosional ini ,akibat agama dengan segala sifatnya melibatkan nilai-nilai dasar yang menyebabkan agama itu hampir tidak mungkin dipandang dengan sikap yang netral.
Bila sifat rasional penuh dalam membahas agama yang ada pada manusia, maka berarti bersifat nonagama. Karena itu pendekatan dalam memandang agama hanya sebagai suatu gejala(fenomena) atau kejadian
Selasa, 07 Januari 2014
MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF.
Pengertian kelompok manusia yang telaha cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu dan golongan besar atau kecil dari beberapa manusia,yang dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satus ama lain sedangkan desa suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri
B. Masyarakat perkotaan yang lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan kota tidak terbatas pada aspek-aspek seperti pakaian, makanan dan peru mahan. tetapi rnempunyai perhatian lebih luas lagi. Pada orang kota, makanan yang dihidangkan harus kelihatan mewah dan tempat penghidangannya juga harus mewah dan terhormat dan perbedaan orang kota dan desa yaitu orang kota makanana sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sosial sedangkan orang desa makanan sebagai suatu alat rnemenuhi kebutuhan biologis.Dan ada beberapa hal yang menojol pada orang kota yaitu
Kehidupan keagaman berhurang bila di bandingkan kehidupan keagamaan di desa.
Dan kalau dilota umumnya orang cumin mengurus diri nya sendiri sedangkan orang masih bergantung pada orang lain.
c.Perbedaan desa dan kota ada sih perbdaan antara kota dan desa yang kita lihat dan semoga kita bisa dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.
kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.perbedaan yang sangat menonojol adalah mata pencaharian pada pencarian didesa disektor ekonomi primer yaitu kehdupan ekonomi terutana tergantung pada usaha pengolahan tanah untuk keperluan pertanian dan pertenakan sedangkan merupakan sector ekonomi skunder yang meliputi bidang industri dan sector ekonomi tertier yaitu pelayanan bidang jasa.
Ciri-ciri tersebut antara lain:
1)jumlah dan kepadatan penduduk;
2) lingkungan hidup;
3) mata pencaharian;
4) corak kehidupan sosial;
5) stratifikasi sosial;
6) mobilitas sosial;
7) pola interaksi sosial;
8) solidaritas sosial; dan
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.
Corak kehidupan sosial di desa dapat dikatakan masih homogen Sebaliknya di kota sangat heterogen,karena disana saling bertemu berbagai suku bangsa,agarna, kelompok dan masing-rnasing memiliki kepentingan yang berlainan.
Solidaritas social pada kedua masyarakat ini pun ternyata juga berbeda.Kekuatan yang mempersatukan masyarakat pedesaan timbul kareaa adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan,seperti kesamaan adat kebiasaan, kesamaan tujuan dan kesamaan pengalaman. Sebaliknya solidaritas pada masyarakat perkotaan justru terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat,sehingga orang terpaksa masuk ke dalam kelompok kelompok tertentu, misalnya saja serikat buruh,himpunan pengusaha atau persatuan artis.
Adapun yang menjadi ciri-ciri masyarakat pedesaan antara lain sebagai berikut
a) Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan
b) Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
(Gemeinschaft at au paguyuban)
c) Masyarakat tersebut homogen,seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat-istiadat dan sebaga
Hubungan desa dan kota,Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat,bersifat ketergantungan,karena di antara mereka saling membutuhkan Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur mayur, daging dan ikan.Desa juga merupakanmsumber tenaga kasar bagi jenis jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan,proyek pembangunan at au perbaikan jalan raya
Aspek positif dan negative pada Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik.Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen-komponen yang membentuk struktur kota tersebut Penyediaan lapangan kerja bagi suatu kota dapat dilakukan dengan cara menyediakan ruang; misalnya bagi kegiatan perindustrian, perdagangan, pelabuhan, terminal serta kegiatan-kegiatan kerja lainnya.
Kota secara internal pada hakikatnya merupakan satu organisme, yakni kesatuan integral dari tiga komponen, meliputi "Penduduk, kegiatan usaha dan wadah" ruang fisiknya. Ketiganya saling berkait, pengaruh-mempengaruhi, oleh karenanya suatu pengembangan yang tidak seimbang antara ketiganya, akan menimbulkan kondisi kota yang tidak positif suatu perkembangan kota harus mengarah pada penyesuaian lingkungan fisik ruang kota dengan perkembangan sosial dan kegiatan usaha masyarakat kota.
MASYARAKAT PEDESAAN
Desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
Pekerjaan-pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan
(part time) yang biasanya sebagai pengisi waktu luang.Bentuk-bentuk kerjasama dalam masyarakat sering diistilahkan dengan gotong royong dan tolong-menolong.
Fungsi nya Pertama, dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan "hinterland" atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, di samping bahan makanan lain seperti kacang, kedelai, buah-buahan, dan bahan makanan lain yang berasal dari hewan.
Kedua, desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) yang tidak kecil artinya.
Ketiga, dari segi kegiatan kerja (occupation) desa dapat merupakan desa agraris,desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dan sebagainya.
MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF.
Pengertian kelompok manusia yang telaha cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu dan golongan besar atau kecil dari beberapa manusia,yang dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satus ama lain sedangkan desa suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri
B. Masyarakat perkotaan yang lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan kota tidak terbatas pada aspek-aspek seperti pakaian, makanan dan peru mahan. tetapi rnempunyai perhatian lebih luas lagi. Pada orang kota, makanan yang dihidangkan harus kelihatan mewah dan tempat penghidangannya juga harus mewah dan terhormat dan perbedaan orang kota dan desa yaitu orang kota makanana sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sosial sedangkan orang desa makanan sebagai suatu alat rnemenuhi kebutuhan biologis.Dan ada beberapa hal yang menojol pada orang kota yaitu
Kehidupan keagaman berhurang bila di bandingkan kehidupan keagamaan di desa.
Dan kalau dilota umumnya orang cumin mengurus diri nya sendiri sedangkan orang masih bergantung pada orang lain.
c.Perbedaan desa dan kota ada sih perbdaan antara kota dan desa yang kita lihat dan semoga kita bisa dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.
kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.perbedaan yang sangat menonojol adalah mata pencaharian pada pencarian didesa disektor ekonomi primer yaitu kehdupan ekonomi terutana tergantung pada usaha pengolahan tanah untuk keperluan pertanian dan pertenakan sedangkan merupakan sector ekonomi skunder yang meliputi bidang industri dan sector ekonomi tertier yaitu pelayanan bidang jasa.
Ciri-ciri tersebut antara lain:
1)jumlah dan kepadatan penduduk;
2) lingkungan hidup;
3) mata pencaharian;
4) corak kehidupan sosial;
5) stratifikasi sosial;
6) mobilitas sosial;
7) pola interaksi sosial;
8) solidaritas sosial; dan
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.
Corak kehidupan sosial di desa dapat dikatakan masih homogen Sebaliknya di kota sangat heterogen,karena disana saling bertemu berbagai suku bangsa,agarna, kelompok dan masing-rnasing memiliki kepentingan yang berlainan.
Solidaritas social pada kedua masyarakat ini pun ternyata juga berbeda.Kekuatan yang mempersatukan masyarakat pedesaan timbul kareaa adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan,seperti kesamaan adat kebiasaan, kesamaan tujuan dan kesamaan pengalaman. Sebaliknya solidaritas pada masyarakat perkotaan justru terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat,sehingga orang terpaksa masuk ke dalam kelompok kelompok tertentu, misalnya saja serikat buruh,himpunan pengusaha atau persatuan artis.
Adapun yang menjadi ciri-ciri masyarakat pedesaan antara lain sebagai berikut
a) Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan
b) Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
(Gemeinschaft at au paguyuban)
c) Masyarakat tersebut homogen,seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat-istiadat dan sebaga
Hubungan desa dan kota,Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat,bersifat ketergantungan,karena di antara mereka saling membutuhkan Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur mayur, daging dan ikan.Desa juga merupakanmsumber tenaga kasar bagi jenis jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan,proyek pembangunan at au perbaikan jalan raya
Aspek positif dan negative pada Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik.Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen-komponen yang membentuk struktur kota tersebut Penyediaan lapangan kerja bagi suatu kota dapat dilakukan dengan cara menyediakan ruang; misalnya bagi kegiatan perindustrian, perdagangan, pelabuhan, terminal serta kegiatan-kegiatan kerja lainnya.
Kota secara internal pada hakikatnya merupakan satu organisme, yakni kesatuan integral dari tiga komponen, meliputi "Penduduk, kegiatan usaha dan wadah" ruang fisiknya. Ketiganya saling berkait, pengaruh-mempengaruhi, oleh karenanya suatu pengembangan yang tidak seimbang antara ketiganya, akan menimbulkan kondisi kota yang tidak positif suatu perkembangan kota harus mengarah pada penyesuaian lingkungan fisik ruang kota dengan perkembangan sosial dan kegiatan usaha masyarakat kota.
MASYARAKAT PEDESAAN
Desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
Pekerjaan-pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan
(part time) yang biasanya sebagai pengisi waktu luang.Bentuk-bentuk kerjasama dalam masyarakat sering diistilahkan dengan gotong royong dan tolong-menolong.
Fungsi nya Pertama, dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan "hinterland" atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, di samping bahan makanan lain seperti kacang, kedelai, buah-buahan, dan bahan makanan lain yang berasal dari hewan.
Kedua, desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) yang tidak kecil artinya.
Ketiga, dari segi kegiatan kerja (occupation) desa dapat merupakan desa agraris,desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dan sebagainya.
PELAPISAN SOSIALDAN KESAMAAN DERAJAT
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
1. Pelapisan sosial
A. Pengertian nya adalah dari individu-individu. masyarakat akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial Sebenarnya masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil .
lapisan Masyarakat.Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sarna menurut ukuran masyarakatnya dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum
B. Lapisan social ciri tetap kelompok sosial
kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno bahwa ketentuan ketentuan tentang pembagian kedudukan antara Laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar dari pada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.
Didalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenai tulisan.pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut
I) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan
pembedaan hak dan kewajiban;
2).Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa:
3).Adanya pernimpin yang saling berpengaruh dan sebagai lain nya
c.Terjadinya lapisan sosial
Dengan lapisan ini akan berdirisendirinya dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya.pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya.
D. Pembedaan system pelapisan menurut sifatnya
maka system pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi dua yaitu
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
permindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi,kecuali ada hal hal yang istimewa, sistem yang demikian itu satu-saturtya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran
2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik kelapisan yang di atasnya.
Namun demikian ini dapat kita temukan misalnya di dalam masyarakat diIndonesia sekarang ini.Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampua nuntuk itu
E. Beberapa lapisan tentang teori sosial
1 Pelapisan masyarakat ada terdiri beberapa macam Masyarakat dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).
2 Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas ke bawah (lower class).
3 Sementara itu ada pula sering kita den gar kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class),kelas menengahke bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).
Banyak Orang yg dapat menduduki lapisan (atau istilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu disebabkan oleh beberapa faktor, seperti misalnya dgan keturunannya
2. Kesamaan derajat
Sifat meupakan hubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakatnya, mempunyai hak dan kewajiban,baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara
Persamaan hak
Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat-Iaun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu,karena di mana kekuasaan negara itu berkembang, terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu
Mengenai persamaan hak ini selanjutnya dicantumkan dalam Pemyataan Sedunia Tentang Hak-hak (Asasi) Manusia atau Universitas Declaration of Human Right (1948) dalam pasal-pasalnya,.
2) Persamaan derajat di indonesia
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secarajeias ketahui Negara Repubiik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuaiinya memiliki kedudukan yang sama daiam hukum dan pemerintahan, ketahui Negara Repubiik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuaiinya memiliki kedudukan yang sarna daiam hukum dan pemerintahan,
3) Elite dan masa
a. Pengertian
elite yaitu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional,mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas
4. Pembagian pendapat
1) komponen pendapat merupakan dasar dalam kehidupan ekonomi itu,hanya ada dua kelompok, yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen Pemilik faktor produksi yang telah menyerahkan atau mengikut sertakan faktor produksinya ke dalam proses produksi akan memperoleh balas jasa Pedagang yang melakukan jasa berupa menjual hasil pertanian yang telah dibelinya,dari desa ke kota,akan memperoleh balas jasa berupa keuntungan, upah karena telah mengangkutnya ke kota,bunga modal karena mengikutsertakan modalnya dalam perdagangan
2) penghitungan
Apabila diteliti lebih lanjut, masih terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah, walaupun hasil yang dapat diperolehnya tetap.Namun demikian,tingkat upah atau sewa tanah itu tidak bergerak bebas naik terus-menerus.sewa,upah,bunga modal dan laba pengusaha
3) Distribusi pendapatan
Menunjukkan tingkat potensi kemakmuran rata-rata.Namun demikian, perlu disadari bahwa tingkat income perkapita itu hanya merupakan alat ukur untuk membandingkan kemakmuran suatu Negara dengan Negara
1. Pelapisan sosial
A. Pengertian nya adalah dari individu-individu. masyarakat akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial Sebenarnya masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil .
lapisan Masyarakat.Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sarna menurut ukuran masyarakatnya dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum
B. Lapisan social ciri tetap kelompok sosial
kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno bahwa ketentuan ketentuan tentang pembagian kedudukan antara Laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar dari pada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.
Didalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenai tulisan.pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut
I) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan
pembedaan hak dan kewajiban;
2).Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa:
3).Adanya pernimpin yang saling berpengaruh dan sebagai lain nya
c.Terjadinya lapisan sosial
Dengan lapisan ini akan berdirisendirinya dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya.pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya.
D. Pembedaan system pelapisan menurut sifatnya
maka system pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi dua yaitu
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
permindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi,kecuali ada hal hal yang istimewa, sistem yang demikian itu satu-saturtya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran
2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik kelapisan yang di atasnya.
Namun demikian ini dapat kita temukan misalnya di dalam masyarakat diIndonesia sekarang ini.Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampua nuntuk itu
E. Beberapa lapisan tentang teori sosial
1 Pelapisan masyarakat ada terdiri beberapa macam Masyarakat dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).
2 Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas ke bawah (lower class).
3 Sementara itu ada pula sering kita den gar kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class),kelas menengahke bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).
Banyak Orang yg dapat menduduki lapisan (atau istilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu disebabkan oleh beberapa faktor, seperti misalnya dgan keturunannya
2. Kesamaan derajat
Sifat meupakan hubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakatnya, mempunyai hak dan kewajiban,baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara
Persamaan hak
Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat-Iaun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu,karena di mana kekuasaan negara itu berkembang, terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu
Mengenai persamaan hak ini selanjutnya dicantumkan dalam Pemyataan Sedunia Tentang Hak-hak (Asasi) Manusia atau Universitas Declaration of Human Right (1948) dalam pasal-pasalnya,.
2) Persamaan derajat di indonesia
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secarajeias ketahui Negara Repubiik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuaiinya memiliki kedudukan yang sama daiam hukum dan pemerintahan, ketahui Negara Repubiik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuaiinya memiliki kedudukan yang sarna daiam hukum dan pemerintahan,
3) Elite dan masa
a. Pengertian
elite yaitu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional,mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas
4. Pembagian pendapat
1) komponen pendapat merupakan dasar dalam kehidupan ekonomi itu,hanya ada dua kelompok, yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen Pemilik faktor produksi yang telah menyerahkan atau mengikut sertakan faktor produksinya ke dalam proses produksi akan memperoleh balas jasa Pedagang yang melakukan jasa berupa menjual hasil pertanian yang telah dibelinya,dari desa ke kota,akan memperoleh balas jasa berupa keuntungan, upah karena telah mengangkutnya ke kota,bunga modal karena mengikutsertakan modalnya dalam perdagangan
2) penghitungan
Apabila diteliti lebih lanjut, masih terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah, walaupun hasil yang dapat diperolehnya tetap.Namun demikian,tingkat upah atau sewa tanah itu tidak bergerak bebas naik terus-menerus.sewa,upah,bunga modal dan laba pengusaha
3) Distribusi pendapatan
Menunjukkan tingkat potensi kemakmuran rata-rata.Namun demikian, perlu disadari bahwa tingkat income perkapita itu hanya merupakan alat ukur untuk membandingkan kemakmuran suatu Negara dengan Negara
Sabtu, 16 November 2013
WARGA NEGARA DAN NEGARA
1.HUKUM NEGARA DAN PEMERINTAH
A.HUKUM
Hukum itu adalah suatu definisi dari beberapa perumusan yang ada menonjolkan
masing-masing segi tertentu dari hukum.di dalam hukumnya ada pengantar dalam
hukum indonesia. utrecht memberikan batasan hukum sebagai himpunan
eraturan-peraturan (perintah-perintah atau larangan-larangan)
yang harus di taati oleh masyarakat karena itu untuk mengurus tata
tertib masyarakat.
a) Ciri-ciri dan Sifs'Hukum
adanya perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Agar tata tertib dalam masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpelihara dengan baik,perluada peraturan yang mengantur dan memaksa tatatertib itu untuk ditaati yang disebut kaidah
hukum.Dan kepada barang siapa yang melanggar baik disengaja atau tidak dapat dikenai sangsi yang
berupa hukuman.
Dan tetap ada juga orang yng melangar hukum oleh karena itu agar peraturan hidup itu benar-benar dilaksanakan dan ditaati,maka perlu dilengkapi dengan unsure memaksa
b)Sumber-sumber Hukum
Sumber hokum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material. Sumber hokum material dapat kita tinjau lagi dari berbagai sudut,misalnya dari sudut politik, sejarah, ekonomi dan lain-lain.
Ada beberapa sumber hokum formal yaitu
1)Undang-undang (Statute)
Ialah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuasaan hokum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara
2)Kebiasaan (Costum)
Ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat.Sehingga tindakan yang berlawanan dianggap sebagai pelanggaran perasaan hukum.
3) Keputusan-keputusan hakim (Yurisprudensi)
Ialah keputusan hakim terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sarna.
INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT
INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT
1.PERTUMBUHAN
INDIVIDU
A.
PENGERTIAN INDIVIDU
Individu ini berasal dari kata individuum
maksud nya ‘tak berbagi’ individu bukan
sebenar nya bukan berarti manusia
sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat
dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia
perseorangan dengan demmi kian digunakan
sebutan “orang-seseorang” dan tetapi dalam banyak pula perbedaannya.Sejenis tpi tak sama.makin tua sernakin maju dan semangkin banyak bermacam-macam tingkat
peradapanya terjdi bangsa dengan corak sifat dan tabiat beraneka macam.
Timbulnya
diferensiasi bukan hanya pernbawaan, tetapi melalui kaitan dengan dunia yang telah mempunyai sejarah dengan peradabannya.,hal ini memberikan keuntungan rohani bagi individu seperti bahasa, agama, adat istiadat dan kebiasaan, paham-paham hukurn ,ilmu pengetahuan,dan sebagainya
Dari uraian di atas dapat lah disimpulkan.bahwa individu adalah
seorang manusia
yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,
melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
B.PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Walaupun terdapatnya perbedaan pendapat diantara para ahli,
namun diakui bahwa pertumbuhan
itu adalah suatu perubahan yang menuju ke arahyang lebih maju dan lebih dewasa.menurut para ahli aliran asosialisasi primer Bagian-bagianyang ada lebih
dahulu,sedang keseluruhan ada pada
kemudian Dapat dirumuskan suatu
pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik
dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sen
sations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin Sesebenarnya dapat di
artikan proses asosialisasi terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh
baik dari pengalaman
C. FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
dalam macam-macam aliran pertumbuhan
dapat digolongkan kedalam tiga golongan
yaitu:
a) Pendirian nativistik
menurut para ahli pertumbuhan ini adalah
individu semata-mata ditentukan oleh factor-factor yang dibawa sejak lahir.
b) Pendirian Empiristik dan
Environmentalitik
kalau pendirian ini sangat berlawan
dengan navistik,menurut para ahli bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada
lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali
c) Pendirian Konvergensi
dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya.Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah
konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa
interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu,
PEMUDA DAN SOSIALISASI
PEMUDA DAN SOSIALISASI
1. INTERNALISASI
BELAJAR DAN SPESIALISASI
ANOMI DI KALANGAN REMAJA AKIBAT KEKABURAN
Seminar Tentang
Remaja
Remaja pada zaman sekarang
ini dan secara psikologois sangat problenatis,sebab mungkin merasa meraka
berada dalam anatomi (keadaan tanpa norma atau hukum, Red) seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecenderungan melakukan pelanggaran. Kondisi ini juga memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media massa.
ORIENTASI MENDUA
Menurut salah satu dari
para ahli Dr. Male, adalah orientasi yang berturnpu pada harapan orang tua,masyarakat dan bangsa yang sering bertentangan dengan keterikatan serta loyalitas terhadap peer (teman sebaya) apakah itu di lingkungan belajar (sekolah) atau di luar sekolah Untuk mengatasi hal ini.Dr Malo mengemukakan
beberapa alternatif Jalan keluar yang diambil harus memperhitungkan peranan peergroup.Program pendidikan
yang melawan arus nilai peer besar kemungkinannya
tidak berhasil. Penggunaan waktu luang remaja juga diperhatikan,untuk
menanggulangi masalah tersebut
Langganan:
Postingan (Atom)