UG

Selasa, 07 Januari 2014

AGAMA DAN MASYARAKAT

AGAMA DAN MASYARAKAT


AGAMA DAN MASYARAKAT
Berkaitanya agama dengan masyarakat banyak orang membuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan  sosial,  argumentasi rasional tentang arti  dan hakikat  kehidupan, ten tang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi,dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman  agamanya para tasauf.untuk membuktikanya bahwa agama merupakan temp at mencari makna hidup yang final dan  ultimatem, agama yang diyakininya merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya, dan kembali kepada konsep hubungan agama dengan masyarakat, di mana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial, dan individu dengan masyarakat seharusnyalah tidak bersifat antagonis.
Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yang normatif  atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan, Kebutuhan dan pandangan kelompok terhadap prinsip keagamaan berbeda-beda,  kadang kala kepentingannya dapat tercermin atau tidak sarna sekali.Karena itu kebhinekaan kelompok   dalam masyarakat akan  mencerminkan perbedaan jenis kebutuhan keagamaan.Dan Dalam  proses sosial,hubungan nilai dan tujuan masyarakat relative harus stabil dalam setiap momen.   Bila terjadi perubahan dan pergantingan bentuk social serta kultural,hancurnya bentuk sosial  dan kultural lama,masyarakat dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial. .


FUNGSI AGAMA
Adalah untuk mendiskusikan fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang selalu dipelajari,yaitu kebudayaan, sistem social dan kepribadian, Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia,sehingga timbul pertanyaan, sejauh mana fungsi lembaga agama dalam memelihara sistem, apakah lembaga agama terhadap  kebudayaan  sebagai suatu sistem, dan sejauh manakah agama dalam mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Sebaga kerangka acuan penelitian ernpiris,teori fungsional memandang masyarakat sebagai suatu lembaga sosial yang seimbang, Teori fungsional dapat melihat kebudayaan itu  berwujud  suatu kompleks dari  ide-ide, gagasan, nilai-nilai,norma-norma,peraturan,dansistem sosial yang terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi,berhubungan,serta bergaul satu dengan lain, setiap saat  mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata  kelakuan, bersifat kongkret   terjadi di sekeliling.kita, Manusia yang berbudaya menganut berbagai nilai,  gagasan,dan  orientasi yang terpola mempengaruhi perilaku,bertindak dalam konteks terlembaga dalam lembaga situasi,di  mana peranan dipaksakan oleh sanksi positif dan negatif, menolakan penampilannya,tetapi yang bertindak, berpikir dan merasa adalah individu.
Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu, pada saat dia tumbuh menjadi dewasa, memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan)aktivitasnya dalam masyarakat,dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya.Orang tua di mana pun tidak  mengabaikan  upaya "rnoralisasi"anak-anaknyak,seperti pendidikan  agama mengajarkan bahwa hidup adalah untuk memperoleh keselamatan sebagai tujuan utamanya
Masyarakat-masyarakat tndustri Sekular
Masyarakat industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap semua aspek  kehidupan,sebagian besar penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang penting  adalah  penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang paling penting adalah penyesuaian-penyesuaian dalam hubungan-hubungan kemanusiaan sendiri.
Pada Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi penting bagi  agama.Salah satu akibatnya adalah anggota masyarakat semakin terbiasa menggunakan    metode empiris berdasarkan penalaran dan efisiensi dalam menanggapi masalah  kemanusiaan,sehingga lingkungan yang bersifat sekular semakin meluas, sering kali dengan pengorbanan lingkungan yang sakral.
Pada umumnya kecenderungan  sekularisasi  mempersempit  ruang gerak kepercayaan-kepercayaan   dan pengalaman-pengalaman keagamaan yang terbatas  pada  aspek  yang  lebih kecil  dan bersifat  khusus  dalam  kehidupan masyarakat dan anggota-anggotanya.

PELEMBAGAAN AGAMA
Agama begitu universal,permanen (langgeng), dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila   tidak memahami agama,akan sukar memahami masyarakat.Hal yang perlu dijawab dalam  memahami lembaga agama adalah, apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya    serta fungsi dan struktur agama, Dimensi keyakinan, praktek, pengalaman,dan pengetahuan   dapat  diterima sebagai  dalil atau dasar analitis, namun hubungan-hubungan antara keempatnya tidak dapat diungkapkan tanpa data empiris.
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak   menggambarkan sebenarnya secara utuh  
    Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-nilai Sakral
Masyarakat   tipe ini kecil,  terisolasi, dan terbelakang. Anggota  masyarakat menganut  agama yang sarna. Oleh karenanya  keanggotaan  mereka dalam masyarakat  dan   dalam  kelompok  keagamaan  adalah saran
Masyarakat-masyarakat Praindustri yang Sedang Berkembang.
Keadaan  masyarakatnya tidak  terisolasi,ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe pertama.Agama memberikan arti dan ikatan kepada sistem nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi pada saat yang sarna lingkungan yang sakral dan yang sekular itu sedikit­ banyaknya masih dapat dibedakan Fase-fase kehidupan  sosial diisi dengan  upacara-upacara tertentu
Di lain pihak, agama tidak memberikan dukungan sempurna terhadap aktivitas sehari-hari: agama hanya memberikan dukungan terhadap adat-istiadat, dan terkadang  merupakan suatu sistem tingkah laku tandingan terhadap sistem yang telah disahkan. Nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat menempatkan fokus utamanya pada  pengintegrasian kaitan agama dengan masyarakat.Tugas ini tidak mudah sebab agama   lebih tahan terhadap  kajian ilmiah dibandingkan dengan  adat dan kebiasaan.Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu pandangan yang emosional dan fikiran yang bias (rational    bias). Kebiasaan pandangan emosional ini ,akibat agama dengan segala sifatnya melibatkan nilai-nilai dasar yang menyebabkan agama itu hampir tidak mungkin dipandang dengan sikap yang netral.
Bila sifat rasional penuh dalam membahas agama yang ada  pada manusia, maka berarti   bersifat nonagama. Karena itu pendekatan dalam memandang agama hanya sebagai suatu gejala(fenomena) atau kejadian

MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

MASYARAKAT  PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF.
Pengertian kelompok manusia yang telaha cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu dan golongan  besar atau kecil dari beberapa manusia,yang dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satus ama lain sedangkan desa  suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan  sendiri

B.  Masyarakat perkotaan yang lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan kota tidak terbatas pada aspek-aspek seperti pakaian, makanan dan peru mahan. tetapi rnempunyai perhatian lebih luas lagi. Pada orang kota, makanan yang dihidangkan harus kelihatan mewah dan tempat penghidangannya juga harus mewah dan terhormat dan perbedaan orang kota dan desa yaitu orang kota makanana sebagai alat  untuk memenuhi kebutuhan sosial sedangkan orang desa makanan sebagai   suatu alat rnemenuhi kebutuhan biologis.Dan ada beberapa hal yang menojol pada orang kota yaitu
Kehidupan keagaman berhurang bila di bandingkan kehidupan keagamaan di desa.
Dan kalau dilota  umumnya orang cumin mengurus diri nya sendiri sedangkan orang masih bergantung pada orang lain.

c.Perbedaan desa dan kota ada sih perbdaan antara kota dan desa yang kita lihat dan semoga kita bisa dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat   disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.
kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai   masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.perbedaan yang sangat menonojol adalah mata pencaharian  pada pencarian didesa disektor ekonomi primer yaitu kehdupan ekonomi terutana tergantung pada usaha pengolahan tanah untuk keperluan pertanian dan pertenakan sedangkan merupakan sector ekonomi skunder yang  meliputi bidang industri  dan sector ekonomi tertier yaitu pelayanan bidang jasa.
Ciri-ciri tersebut antara lain:
1)jumlah dan kepadatan penduduk;
2) lingkungan hidup;
3) mata pencaharian;
4) corak kehidupan sosial;
5) stratifikasi sosial;
6) mobilitas sosial;
7) pola interaksi sosial;
8) solidaritas sosial; dan
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi  nasional.

Corak kehidupan sosial di desa dapat dikatakan masih homogen Sebaliknya di kota sangat heterogen,karena disana saling bertemu berbagai suku bangsa,agarna, kelompok dan masing-rnasing memiliki kepentingan yang berlainan.
Solidaritas social pada kedua masyarakat ini pun ternyata juga  berbeda.Kekuatan yang mempersatukan masyarakat pedesaan timbul kareaa adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan,seperti kesamaan adat kebiasaan, kesamaan tujuan dan kesamaan pengalaman.     Sebaliknya solidaritas pada masyarakat perkotaan justru terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat,sehingga orang terpaksa masuk ke dalam kelompok­ kelompok tertentu, misalnya saja serikat buruh,himpunan pengusaha atau persatuan artis.
Adapun yang menjadi ciri-ciri  masyarakat pedesaan antara lain sebagai berikut 
a) Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan
b) Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
    (Gemeinschaft at au paguyuban)
c)    Masyarakat tersebut homogen,seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat-istiadat dan sebaga

Hubungan desa dan kota,Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam  keadaan yang wajar  di antara keduanya terdapat hubungan yang erat,bersifat ketergantungan,karena di antara mereka saling membutuhkan Kota  tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur­ mayur, daging dan ikan.Desa juga merupakanmsumber tenaga kasar bagi jenis­ jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek­ proyek  perumahan,proyek pembangunan at au perbaikan jalan raya 

Aspek positif dan negative pada Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan  sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik.Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen-komponen yang membentuk struktur kota tersebut Penyediaan    lapangan kerja bagi suatu kota dapat  dilakukan dengan cara menyediakan ruang; misalnya bagi kegiatan   perindustrian, perdagangan, pelabuhan, terminal serta kegiatan-kegiatan kerja lainnya.

Kota secara internal pada hakikatnya merupakan satu organisme, yakni kesatuan integral dari tiga komponen, meliputi "Penduduk, kegiatan  usaha dan wadah" ruang fisiknya. Ketiganya saling berkait, pengaruh-mempengaruhi, oleh karenanya  suatu pengembangan yang tidak seimbang antara ketiganya, akan menimbulkan kondisi kota yang tidak positif suatu perkembangan kota harus mengarah pada penyesuaian lingkungan fisik ruang kota dengan perkembangan  sosial dan kegiatan  usaha masyarakat  kota.
MASYARAKAT   PEDESAAN
Desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
Pekerjaan-pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan
(part time) yang biasanya sebagai pengisi waktu luang.Bentuk-bentuk kerjasama dalam masyarakat sering diistilahkan dengan gotong royong dan tolong-menolong.
Fungsi nya Pertama, dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan "hinterland" atau daerah  dukung berfungsi  sebagai suatu daerah  pemberian bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, di samping bahan makanan lain  seperti  kacang, kedelai, buah-buahan,  dan bahan makanan  lain  yang berasal dari hewan.
Kedua, desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung  bahan mentah  (raw material)  dan tenaga kerja (man power)  yang tidak kecil artinya.
Ketiga, dari segi kegiatan kerja (occupation) desa dapat merupakan desa agraris,desa manufaktur,  desa industri, desa nelayan, dan sebagainya.




PELAPISAN SOSIALDAN KESAMAAN DERAJAT

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

1.  Pelapisan sosial


A.   Pengertian nya adalah dari individu-individu. masyarakat akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok  sosial Sebenarnya masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil .
lapisan Masyarakat.Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sarna menurut ukuran masyarakatnya dikatakan berada dalam suatu  lapisan atau stratum

B.  Lapisan social ciri tetap kelompok sosial
kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno bahwa ketentuan­ ketentuan tentang pembagian kedudukan antara Laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar dari pada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.
Didalam organisasi masyarakat primitif  pun di mana belum mengenai tulisan.pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut  
I) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan  pembedaan­
pembedaan hak dan kewajiban;
        2).Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa:
 3).Adanya pernimpin yang saling berpengaruh dan sebagai lain nya
c.Terjadinya lapisan sosial
    Dengan lapisan ini akan berdirisendirinya dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun   sebelumnya oleh masyarakat itu tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya.pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya.

D.  Pembedaan system pelapisan menurut sifatnya
 maka system pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan  menjadi dua yaitu
1)  Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
permindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi,kecuali ada hal­ hal yang istimewa, sistem yang demikian itu satu-saturtya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota  dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran
2)    Sistem pelapisan masyarakat yang  terbuka
setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya   atau naik kelapisan yang di atasnya.
Namun demikian ini dapat kita temukan misalnya di dalam masyarakat diIndonesia sekarang ini.Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampua nuntuk itu

E.   Beberapa lapisan tentang teori sosial   
1    Pelapisan masyarakat ada terdiri beberapa macam Masyarakat  dari kelas atas (upper class) dan kelas  bawah (lower class).
        2    Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas ke bawah (lower class).
        3    Sementara itu ada pula sering kita den gar kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class),kelas menengahke bawah (lower middle class) dan  kelas bawah (lower class).
Banyak Orang yg  dapat menduduki lapisan (atau istilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu   disebabkan oleh beberapa  faktor, seperti misalnya dgan keturunannya

2. Kesamaan derajat
Sifat meupakan hubungan antara manusia dan  lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik,  artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakatnya, mempunyai  hak dan kewajiban,baik terhadap  masyarakat maupun terhadap pemerintah  dan Negara

Persamaan hak
Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat-Iaun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu,karena di mana kekuasaan negara itu berkembang,  terpaksalah ia memasuki lingkungan  hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu
Mengenai persamaan hak ini selanjutnya dicantumkan dalam Pemyataan Sedunia  Tentang  Hak-hak  (Asasi) Manusia  atau Universitas Declaration  of Human Right  (1948)  dalam pasal-pasalnya,.
2)    Persamaan derajat di indonesia
Dalam   Undang-Undang  Dasar 1945  mengenai hak  dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya   persamaan derajat   dan  hak  juga tercantum  dalam pasal-pasalnya secarajeias ketahui Negara Repubiik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuaiinya memiliki kedudukan yang sama daiam hukum dan pemerintahan, ketahui Negara Repubiik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuaiinya memiliki kedudukan yang sarna daiam hukum dan pemerintahan,
3)   Elite dan masa
a.  Pengertian
elite yaitu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang  memegang kekuasaan.
Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa  nasional,mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas

4. Pembagian pendapat
1) komponen pendapat merupakan dasar dalam kehidupan ekonomi itu,hanya ada dua kelompok, yaitu   rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen Pemilik faktor produksi yang telah  menyerahkan atau mengikut sertakan faktor  produksinya ke dalam proses produksi akan memperoleh balas jasa Pedagang yang melakukan jasa berupa  menjual hasil pertanian yang telah dibelinya,dari desa ke kota,akan memperoleh balas jasa berupa keuntungan, upah karena telah mengangkutnya ke kota,bunga modal karena mengikutsertakan   modalnya dalam perdagangan
2)   penghitungan
Apabila diteliti lebih lanjut, masih terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi  besarnya  upah atau sewa tanah, walaupun   hasil yang dapat diperolehnya tetap.Namun demikian,tingkat   upah atau sewa tanah itu tidak bergerak bebas naik terus-menerus.sewa,upah,bunga modal dan laba pengusaha
3)  Distribusi pendapatan
Menunjukkan tingkat potensi kemakmuran rata-rata.Namun demikian,   perlu disadari bahwa tingkat income perkapita itu hanya merupakan alat ukur untuk membandingkan kemakmuran suatu Negara dengan  Negara

Sabtu, 16 November 2013

WARGA NEGARA DAN NEGARA




WARGA NEGARA DAN NEGARA


1.HUKUM NEGARA DAN PEMERINTAH

A.HUKUM
Hukum itu adalah suatu definisi  dari beberapa perumusan yang ada menonjolkan masing-masing segi tertentu dari hukum.di dalam hukumnya ada pengantar dalam hukum indonesia. utrecht memberikan batasan hukum sebagai himpunan eraturan-peraturan  (perintah-perintah  atau larangan-larangan)  yang harus di taati oleh masyarakat karena itu untuk mengurus tata tertib masyarakat.

a)  Ciri-ciri dan Sifs'Hukum
adanya perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Agar tata tertib dalam masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpelihara dengan baik,perluada peraturan yang mengantur dan memaksa tatatertib itu untuk ditaati yang disebut kaidah hukum.Dan kepada barang siapa yang melanggar baik disengaja atau tidak dapat dikenai sangsi yang berupa hukuman.
Dan tetap ada juga orang yng melangar hukum  oleh karena itu agar peraturan hidup itu benar-benar dilaksanakan dan ditaati,maka perlu dilengkapi dengan unsure memaksa

b)Sumber-sumber Hukum
Sumber hokum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material. Sumber hokum material dapat kita tinjau lagi dari berbagai sudut,misalnya dari sudut politik, sejarah, ekonomi dan lain-lain.
Ada beberapa sumber hokum formal yaitu

1)Undang-undang (Statute)
Ialah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuasaan hokum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara

2)Kebiasaan (Costum)
Ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat.Sehingga tindakan yang berlawanan dianggap sebagai pelanggaran perasaan hukum.

3) Keputusan-keputusan hakim (Yurisprudensi)
Ialah keputusan hakim terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sarna.

INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT


INDIVIDU  KELUARGA DAN MASYARAKAT



1.PERTUMBUHAN  INDIVIDU

A. PENGERTIAN INDIVIDU
Individu ini berasal dari kata individuum maksud nya  ‘tak berbagi’ individu bukan sebenar nya  bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan  yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan  dengan demmi kian digunakan sebutan “orang-seseorang” dan tetapi dalam banyak pula perbedaannya.Sejenis tpi tak sama.makin tua  sernakin maju dan semangkin banyak bermacam-macam tingkat peradapanya terjdi bangsa dengan corak sifat dan tabiat beraneka macam.
 Timbulnya diferensiasi bukan hanya pernbawaan, tetapi melalui kaitan dengan dunia  yang telah mempunyai sejarah dengan peradabannya.,hal ini memberikan keuntungan  rohani   bagi individu seperti bahasa, agama, adat istiadat dan kebiasaan, paham-paham hukurn ,ilmu pengetahuan,dan sebagainya
Dari uraian di atas dapat lah disimpulkan.bahwa individu  adalah   seorang manusia     yang tidak hanya memiliki peranan khas  di dalam lingkungan sosialnya,     melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

 B.PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Walaupun terdapatnya perbedaan pendapat diantara para  ahli,  namun diakui bahwa  pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju ke arahyang  lebih maju dan lebih dewasa.menurut para ahli aliran asosialisasi primer Bagian-bagianyang ada lebih dahulu,sedang keseluruhan ada pada kemudian Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sen­ sations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin Sesebenarnya dapat di artikan proses asosialisasi terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
dalam macam-macam aliran pertumbuhan dapat digolongkan  kedalam tiga golongan yaitu:
a) Pendirian nativistik
menurut para ahli pertumbuhan ini adalah individu semata-mata ditentukan oleh factor-factor yang dibawa sejak lahir.
b) Pendirian Empiristik dan Environmentalitik
kalau pendirian ini sangat berlawan dengan navistik,menurut para ahli bahwa pertumbuhan  individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali
c) Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya.Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu,

PEMUDA DAN SOSIALISASI

PEMUDA DAN SOSIALISASI

1. INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
ANOMI DI KALANGAN REMAJA AKIBAT KEKABURAN
Seminar Tentang Remaja
Remaja pada zaman sekarang ini dan secara psikologois sangat problenatis,sebab mungkin merasa meraka berada dalam anatomi (keadaan tanpa norma atau hukum, Red) seringkali muncul perilaku   menyimpang atau kecenderungan melakukan  pelanggaran. Kondisi ini juga memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media massa.
ORIENTASI MENDUA
Menurut salah satu dari para ahli Dr. Male, adalah orientasi yang berturnpu pada harapan orang tua,masyarakat dan bangsa yang sering bertentangan dengan keterikatan serta loyalitas terhadap peer (teman  sebaya) apakah itu di lingkungan belajar (sekolah) atau di luar sekolah Untuk mengatasi hal ini.Dr Malo mengemukakan beberapa alternatif Jalan keluar yang diambil harus memperhitungkan peranan peergroup.Program pendidikan yang  melawan arus nilai peer besar kemungkinannya tidak berhasil. Penggunaan waktu luang remaja juga diperhatikan,untuk menanggulangi masalah tersebut