UG

Senin, 05 Mei 2014

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


KELOMPOK  I

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

1.1  MANUSIA

Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan  dapat dipandang dari banyak segi .Dalam ilmu eksakta,manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan  sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan  kumpulan   dari energi (ilmu Fisika), manusia merupakan  mahluk biologis yang yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi). mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan  (politik). mahluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus  (filsafat).dll

Ada dua pandangan yang akan kita jadi kan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia
1.      Manusia ituterdiri dari beberapa unsur yang saling terkait, yaitu
a.       Jasad,badan kasar manusia yang  nampat pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan  menempati ruangdan  waktu
b.      hayat,mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
c.       dll
2.      Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tigaunsur yaitu:
a.       Id,yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak, Id merupakan libido murni, atau energi  psikis yang menunjukkan  ciri alami yang irrasional  dan terkait dengan sex,yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidak sadaran  (unconcious)
b.      Ego,merupakan terjadinya antara usia satu dan dua tahun,padasaat anak secara nyata berhubungan dengan lingkungannya.. 
c.       dll
Dari uraian diatas dapat mengkaji aspek tinda kan manusia dengan analisa  hubungan antara tindakan dan usur-unsur manusia..
1.2  HAKEKAT MANUSIA
a.       Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh danjiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat,diraba,dirasa,wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal,tubuhnya hancur dan lenyap.Jiwa terdapat di dalam tubuh, tidak dapat dilihat,tidak dapat diraba,sifatnya abstrak tetapi abadi.
Kesempunaanya terletak pada ada badan budayanya,Karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal,perasaan,dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia.
Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra. tingkatnya rendah  dan terdapat pada manusia atau binatang.  Perasaan  rohani  adalah   perasaan  luhur yang hanya  terdapat    pada   manusia
Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral.

b.      Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi.Sebagai mahluk hayati,manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi,fisiologi atau faal,bio kimia.patol,dan sebagainya.Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi kemasayarakatan, kekerabatan ,psikologisosial dll,kesenian

c.    Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan Iingkungan (ekologi),mempunyai Ikualitas dan martabat  karena kemampuan bekerja dan  berkarya.
Soren Kienkegaard seorangfilsuf Denmark peloporajaran"eksistensialisme" memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrita dalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya(ekologi).
1.3  KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
      Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi. Ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan dan k1asik.Karyatulisnya berjudul Psychological Homeostatis Cina K1asik
Ilmu psikologi  yang memang berasal dan timbul dalarn masyarakat  Barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting,biasa nyamenganalisisjiwamanusia dengan terlampau banyak menekan kepada  pcmbatasan konsep individu sebagai kesatuan analisis tersendiri.

Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu,hanya sebagai subyek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi. maka Hsu telah mengembangkan   suatu konsepsi.  Bahwa dalam jiwa manusia sebagai mahluk social budaya  itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran  konsentris sekitar diri pribadi.

 Daerah pedalaman dan jiwa manusia sudah banyak diteliti dan dianalisis oleh para ahIi psikoanalisis seperti sigmund freud dan pengikut-pengikutnya.
pelajarIndonesiayangtakpemahkeluarnegeri;tentangnegaraAmerika,anggapanseorang pegawairendahandisuatudepartemendiJakartatentangkotaKopenhagen,dansebagainya.
Padabaganpsiko-sosiagram, daerahlingkarannomor4dibatasiolehgarisyang digambarkanlebihtebaldaripadayanglain.Garisitumenggambarkanbatasdarialamjiwa individuyangdalamiImupsikologidisebutpersonalityatau"kepribadian",  Sebagianbesar dariisijiwamanusia(termasukyangtelahdidesakkedalamdaerahtaksadardansubsadar), sebagianbesardaripengetahuandanpengertiannyatentangadat-istiadatdankebudayaannya. sebagianbesardaripengetahuandanpengertiannyatentanglingkungan,dansebagianbesar darinilaibudayadannorma-normayangdianutnya,menurutiImupsikologibaratterkandung dalamkepribadianmanusia.

MenurutFrancisL.K.Hsu,mahlukmanusiamasih memerlukansuatudaerahisijiwa tambahanuntukmemuaskansuatukebutuhanrohaniah yangbersifatfundamentaldalam hidupmanusia.Daerahisijiwatambahanterhadaplingkaran-lingkaran7,6,5dan4yang menggambarkan kepribadianmanusiatadiadalahdaerah  lingkaran 3.hubungan yang berdasarkancintadankemesraandanjugarasauntukbisaberbaktisecarapenuhdanmutlak, merupakansuatukebutuhanfundamentaldalamhidupmanusia.Tanpaadanyatokoh-tokoh orangataubenda-bendakesayangan.tanpaTuhan,tanpaide-ideatauideologi-ideologiyang bisa'menjadi sasaran dari rasakebaktian mutlak yang semuanya menempati daerah lingkungkarannomor3dalamalam jiwanya,hidupkerohanianmanusiatidakakanbisa seimbang-selaras.Manusiayangtakmempunyaisemuanyaituakan merupakanmanusia yangsangatmenderitakarenaiakehilanganmutuhidup.Kebilangan arti hidupdankehilangan landasandarirasakeamananmurnidalamhidup.Manusiasepertiituseringakanmemilih jalankeluardaripenderitaandenganbunuhdiri

Konsepyangdapatdipakaisebagailandasanuntukmengembangkankonseplainitu, menurutFrancisL.K.HsuadalahkonsepJendalamkebudayaanCina,yaitu manusia yang berjiwa selaras,  manusiayangberkepribadian.

UsulFrancisL.K.Hsu.agarparaahlipsikologi tidakhanyamemakaikonsepbarat mengenaikepribadianitu,tetapijugamemperhatikanunsurhubunganmesradanbaktiitu. DalamkonsepJen,manusiayangselarasdanberkepribadianadalahmanusiayangdapat menjagakeseimbanganhubunganantaradiri kepribadiannyadenganlingkungansekitarnya, terutamalingkungansekitarnyayangpaling dekatdanpalingserius,kepadasiapaiadapat mencurahkan  rasacinta,kemesraan danbaktinya.

Daerah lingkaran no4dan 3yangdibedakan dariyanglaindengan garis-garis arseryangsedikitmemasuki daerahlingkaranno5danno2jugamenggambarkan konsepjen atau alarnjiwadari"manusia yangberjiwaselaras"itu.Kedualingkaran ituadalahdaerah-daerah dalamindividu yangadadalamsuatukeadaanpsikologiyangolehHsudisebutPsychological homeostatis. (judul karangannya)

Banyak orang masih seringmempersoalkan perbedaan antarakebudayaan   Barat  dan kebudayaan Timur. Padahal konsep ituberasal dariorangEropa Barat  dalam zaman ketika mereka berexpansi menjelajahi dunia, menguasai wilayah luasdiAfrika, AsiadanOseania. danmemantapkan   pemerintah-pemerintah jajahan merekadimana-mana. Semuakebudayaan diluarkebudayaan mereka  diEropaBaratdisebutnya kebudayaan Timur, sebagai lawannya kebudayaan  mereka sendiri yangmereka  sebutkebudayaan Barat.

Orang-orang yangseringmendiskusikan kontras  antara  keduakonsep tersebut secara populer,  bisanya   menyangka  bahwa Kebudayaan  Timur lebih mementingkan  kehidupan kerohanian, mistik,pikiranpreologis,keramahtamahan. dan gotongroyong.Sedangkan kebudayaan   Barat   lebih mementingkan   kebendaan,  pikiran  logis. hubungan  asas guna (hubungan hanya berdasarkan prinsip guna). dan  individualisme.
Berikutinidipaparkan bagan mengenai psiko-sosiagram        manusia sebagaimana diuraikan diatasmenurut Prof.Dr.Koentjaraningrat     dalambukunya yangberjudul  kebudayaan,  mentalitas danpembangunan.


1.4  PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhaya yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere.yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan"segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat atau tinggalnya dapat pula diartikan “segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannys”. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari,mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial,yang merupakan kekhususan kelompok social tertentu (Keesing,jilidI.1989; hal68).

Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor  (1871)mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut:

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adatistiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat, Dengan perkataan lain kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir, hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan;sebab semua laku dan perbuatan tercakup didalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir, perasaan juga maksud pikiran.
Koentjaraningrat mengatakan, bahwa kebudayaan antara  lain berarti  keseluruhan gagasan     dan  karya manusia  yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

A.LKrober dan C.Kluckhon mengatakan,bahwa kebudayaanadalah menifestasi atau penjelmaankerjajiwa  manusia dalamarti seluas-Iuasnya.
C.A.Van  Peursen  mengatakan,  bahwa dewasa inikebudayaan    diartikan   sebagai manifestasi   kehidupan    setiap  orang,  dan  kehidupan    setiap  kelompok   orang-orang, berlainan   dengan  hewan-hewan,   maka manusia  tidak hidup begitu saja ditengah  alam, melainkan   selalu mengubah   alam.

1.5  UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Untuk lebih mendalami kebudayaan, perlu dikenal beberapa masalah  lain yang menyangkut kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan unsur. Yang dimaksud dengan unsure disini adalah apa saja sesungguhnya  kebudayaan  lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.
Kebudayaan  setiap bangsa atau masyarakat   terdiri dari unsur-unsur  besar maupun unsur-unsur keeil yang merupakan bagiandarisuatu kebulatan  yang bersifat sebagai kesatuan
Beberapa orang sarjana, telahmeneoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan, Dikatakannya  bahwa hanya ada empat unsur dalam kebudayaan,  yaitu alat-alat teknologi, sistem  ekonomi,   keluarga,  dan kekuatan  politik. 
C.Kluckhohn      di dalam   karyanya   berjudul   Universal    Categories    ofCulture mengemukakan,  bahwa adatujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1.      Sistem Religi (sistem kepercayaan).Merupakan  produk  manusia  sebagai homo   religieus.  Manusia  yang memiliki kecerdasan pikiran  dan perasaan luhur,tanggap  bahwa diatas kekuatan dirinya  terdapat kekuatan lainyangmahabesar.
2.      Sistem organisasi kemasyarakatan,Merupakan produk dari manusia sebagai homosocius.Manusiasa dari bahwa tubuhnya lemah,namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimanamanusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Cultural-universal  tersebut, dapat dijabarkan lagi ke  dalam unsur-unsur  yang lebih kecil.Disebut kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural  activity Contoh cultural  universal pencaharian  hidup dan  ekonomi, antara lain mencakup kegiatan-kegiatan  seperti pertanian, peternakan, system produksi, system distribusi dll,.Akhimya sebagai unsure kebudayaan terkecil yang membentuk trait.Adalah items contoh,alat bajak terdiri darigabungan alat-alat atau bagian-bagianyang lebih kecil lagi yang dapat dilepaskan,akan tetapi pada hakekatnya merupakan suatu kesatuan.
1.6  WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya,kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1.      Kompleks gagasan,konsep,dan pikiran manusia
2.      Kompleks aktivitas
3.      Wujud sebagai benda.
Ketiga wujud dari kebudayaan di atas,dalam kenyataan kehidupan masyarakat  takterpisah satu sama lain.
Semua unsur budaya dapat dipandang dari sudut ketiga wujud masing-masing  tadi. Sebagaicontoh STMIK/STIE Gunadarma. Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi,sekolah tinggi tersebut merupakan suatu unsure dalam rangka kebudayaan Indonesia sebagai keseluruhan. Maka oleh karena  itu sekolah tinggi  dapat  merupakan suatu unsur kebudayaan  yang ideal, yang pada khususnya terdiri daricita-citaSekolah tinggi,norma-norma untuk parakaryawan, dosen, atau mahasiswanya..
1.7  NILAI  BUDAYA
Kebudayaan  sebagai karya manusia memiliki system nilai.Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya VariationsinValueOrientation(1961)system nilai budaya dalam semua kebudayaan didunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusi, yaitu :
  1. Hakekat hidup manusia (MH )
Hakekat   hidup untuk setiap kebudayaan  oerbeda secara ekstem;  ada yang berusaha untukmemadamkan hidup,adapulayangdenganpola-polakelakuantertentumenganggap hidup sebagai suatu halyangbaik,"mengisi hidup"
  1. Hakekat karya manusia (MK  )
Setiapkebudayaan hakekatnya  berbeda-beda, diantaranya adayangberanggapan bahwa karyabertujuanuntukhidup.karyamemberikankedudukanatau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
  1. Hakekat waktu manusia (WM )
Hakekat waktuuntuksetiapkebudayaan berbeda; adayangberpandangan mementingan orientasi masa lampau, adapula yang berpandangan untuk masa kini ataumasa yang akan datang.
1.8  PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Masyarakat dan kebudayaan  dimanapun selalu dalam keadaan berubah,sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitive yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya.
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak..
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.      Sebab-sebabyangberasaldaridalammasyarakatdankebudayaansendiri,misalnya perubahanjumlahdankomposisipenduduk.
2.      Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempatmer ekahidup.Masyarakat yang hidup nya terbuka.yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain,cenderung untuk berubah lebih cepat.

Perubahanini,Perubahansosial,perubahan kebudayaan berbeda.dll.
Proses akulturasi didalam sejarah kebudaya anteri  di dalam masa-masa  silam.Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat   lainnya dan antara mereka terjadi  hubungan-hubungan. mungkin  dalam   lapangan  perdagangan. pemerintahan dan sebagainya. Pada saat itu lah unsur-unsur  masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi  besar-besaran.   dahulu   kala. mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
A.    Unsur-unsur  kebudayaan  asing manakah yang mudah diterima.
B.     Unsur-unsur  kebudayaan  asingmanakah yang sulitditerima.
C.     Individu-individu  manakah yangcepat menerima unsur-unsur yang barn.
D.    Ketegangan-ketegangan   apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut,
Proses  akulturasi  yang berjalan dengan  baik dapat menghasilkan  integrasi  antara unsur-unsur  kebudayaan  asing  dengan unsur-unsur kcbudayaan  sendiri. Dengan demikian unsur-unsur kebudayaan asing tidak lagi dirasakan sebagai  hal  yang berasal dari luar, akan tetapi dianggap scbagai unsur-unsur kebudayaan sendiri. Unsur-unsur asing yang  diterima, tentunya terlebihdahulumengalami prosespengolahan, schingga  bentuknya tidaklah aslilagi sebagai  semula.
KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara sederhana hubungan antara manusiadan kebudayaan adalah :manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan mcrupakan  obyek  yang dilaksanakan  manusia. Tetapi apakah sederhana  ituhubungan keduanya?
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya  bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satukesatuan. Manusia  menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan  itu tercipta maka kebudayaan  mengatur hidup manusia agar sesuai dengan nya. Tampak bahwakeduanyaakhimya  merupakan satukesatuan.

Dari sisilain. hubungan antara manusia dan  kebudayaan inidapat dipandang setara denganhubungan  antaramanusiadenganmasyarakatdinyatakansebagaidialektis.maksudnya saling terkait satu  sarnalain. Proses dialektis initercipta melalui tigatahap yaitu :
  1. Eksternalisasi, yaituprosesdimanamanusiamengekspresikan dirinyadenganmembangun dunianya. Melalui ekstemalisasi  inimasyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
  2. Obyektivasi,  yaitu proses dimana masyarakat  menjadi  realitas obyektif.  yaitu suatu kenyataan  yangterpisahdarimanusiadanberhadapandenganmanusia.Dengandemikian masyarakat   dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi  bahkan membentuk perilaku manusia.
3.      Intemalisasi. yaituprosesdimanamasyarakatdisergapkembaliolehmanusia.Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembalimasyarakatnya sendiriagardiadapathidupdengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yangdibentuk oleh masyarakat.
Apabila manusia melupakan  bahwa masyarakat  adalah ciptaan manusia.  dia akan menjadi terasing atautealinasi (Berger, dalam terjemahan M.Sastrapratedja,  1991;hal :xv)
Manusia dankebudayaan, ataumanusia danmasyarakat. olehkarena itumempunyai hubungan keterkaitan yangeratsatusamalain.Padakondisisekarang inikitatidakdapatlagi membedakan  mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.  Analisa terhadap keberadaan keduanya harusmenyertakan pembatasan masalahdanwaktuagarpenganalisaan dapat dilakukan dengan lebihcermat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar