TUGAS KELOMPOK
Nama anggota : SANTIKA DEWI
FAUZI SAPUTRA
ABDUL MUIS
ELIAN SANDY
MUHAMMAD RIFAI
REZKY GUSTAV
A. PENGERTIAN PERUBAHAN DAN
PERKEMBANGAN ORGANISASI
Perubahan merupakan sesuatu yang
unik karena perubahan-perubahan yang terjadi dalam
berbagai kehidupan itu berbeda-beda dan
tidak bias disamakan, walaupun memmiliki beberapa
persamaan dalam prosesnya.
BRIAN CLEGG
Perubahan merupakan suatu kekuatan
yang sangat hebat, yang dapat memotivasi
atau mendemotivasi.
A.B SUSANTO
Perubahan adalah keniscayaan yang
menyertai kehidupan, dapat terjadi dimana saja,
kapan saja, dan menimpa siapa saja.
Definisi perkembangan menurut para
ahli:
Perkembangan merupakan serangkaian
perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat
dari proses kematangan dan pengalaman dan terdiri
atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif
dan kuantitatif ( E.B. Harlock ). Dimaksudkan bahwa
perkembangan merupakan proses perubahan individu
yang terjadi dari kematangan (kemampuan seseorang
sesuai usia normal) dan pengalaman yang
merupakan interaksi antara individu dengan
lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan kualitatif
dan kuantitatif ( dapat diukur) yang menyebabkan
perubahan pada diri individu tersebut.
B. Faktor-faktor Perubahan
Organisasi
Secara garis
besar faktor penyebab terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua
yaitu:
- Faktor ekstern,
- Faktor intern.
Faktor Ekstern
Adalah penyebab
perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi
bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh
karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa
adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu
terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa contoh yang termasuk
faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan
pemerintah.
Perkembangan dan
kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan.
Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern
menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas
dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan,
system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang
ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan
IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi
baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan
perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan
teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup
survive.
Faktor Intern
Adalah penyebab
perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat
berasal dari berbagai sumber antara lain:
Masalah hubungan antar anggota,
Masalah dalam proses kerja sama,
Masalah keuangan.
Hubungan antar
anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu masalah yang lazim terjadi.
Dibedakan menjadi dua, yaitu: masalah yang menyangkut hubungan atasan bawahan
(hubungan yang bersifat vertikal), dan masalah yang menyangkut hubungan sesama
anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut
pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan
system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan,
atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb.
Hal ini akan menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan
organisasi, misalnya anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga
sering menimbulkan masalah. Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena
terjadi salah informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti
ini perubahan yang dilakukan akan menyangkut system saluran komunikasi yang
digunakan.
masalah yang
sering timbul berkaitan dengan hubungan sesama anggota organisasi pada umumnya
menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja
sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab
dilakukannya perubahan. masalah yang timbul dapat menyangkut masalah system
kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang
digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat
menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku)
menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan
rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian
sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi
yang digunakan.
C. Proses
Perubahan